Entri Populer

Translate

Translate

Translate

Translate

Translate

Senin, 30 Maret 2015

I Can't Believe It - Part 2

I Can't Believe It - Part 2 Author : Rere Cast : - Cho Kyuhyun - Seo Joohyun Other Cast : - Cho Jaehyun - Cho Jihyun Genre : romance, comedy, abstract HAPPY READING!! AND SORRY FOR TYPO *** Mobil Seohyun perlahan berhenti didepan rumah mewah yang hampir sama dengan rumahnya. Jaehyun dan Jihyun segera keluar dari mobil tak lupa kedua anak itu mengucapkan terimakasih, "Gomawo ajumma sudah mengantal dan membelikan kami es klim" ucap Jaehyun, "Ne, cheonma. Ajumma pergi dulu ne? Ingat jangan keluar rumah berdua saja" pesan Seohyun, Jaehyun dan Jihyun mengangguk pasti. Mobil Seohyun mulai pergi diiringi lambaian tangan dari Jaehyun dan Jihyun. Jaehyun dan Jihyun membuka pintu gerbang lalu berlari melewati Lee ajusshi yang ada di pelataran rumah. "Mwo? Tuan muda! Nona muda!" seru Lee ajusshi pada Jaehyun dan Jihyun yang sudah memasuki rumah. "HALMEONI! HALABEOJI!" teriak mereka pada tuan dan nyonya Cho yang sedang duduk diruang tamu. "Omo! Jaehyun! Jihyun! Darimana saja kalian?" seru nyonya Cho sembari memeluk kedua cucunya itu. Tuan Cho berlutut mensejajarkan tingginya dengan Jaehyun dan Jihyun, "Kalian darimana?" tanya Tuan Cho lembut, "Kami ke supelmalket halabeoji, kami juga beli es klim" ucap Jihyun. Alis tuan dan nyonya Cho bertaut. *** Kyuhyun melajukan mobilnya sembari melihat-lihat pinggir jalan, ia menghembuskan nafas lelah. "Aishh sebenarnya dimana kalian?" gumamnya, ia sudah berulangkali mengelilingi jalan sekitar rumah dan tempat-tempat yang biasa dikunjungi kedua keponakannya. Dengan berat hati, ia mengendarai mobilnya menuju rumahnya. Mobil itu melaju dijalanan, sampai akhirnya berhenti didepan rumahnya. Kyuhyun keluar dari mobilnya, ia memasuki rumahnya dengan wajah lesu. "Eomma, mianhada aku gagal menemukan Jaehyun dan-" ucapan Kyuhyun terhenti ketika melihat kedua keponakannya sedang bersama orangtuanya. "Ahh Kyuhyun, rupanya kau sudah pulang" ucap nyonya Cho, "Eomma, kenapa kau tidak memberitahu ku jika Jaehyun dan Jihyun sudah ditemukan?" ucap Kyuhyun sebal, "Ah mianhae Kyu, Jaehyun dan Jihyun juga baru ditemukan. Jadi eomma tak sempat memberitahu mu" jelas nyonya Cho, Kyuhyun mengerucut kan bibirnya. "Aishh bahkan aku rela meninggalkan pekerjaan ku demi kedua bocah setan ini" ucap Kyuhyun, "Kyu, jangan seperti itu. Mereka itu keponakan mu" tukas tuan Cho, "Jaehyun, Jihyun kalian ke supermarket dan membeli es krim. Siapa yang membayar?" tanya nyonya Cho, ia tadi belum sempat bertanya karena Kyuhyun yang tiba-tiba datang. "Kami beltemu ajumma" ucap Jihyun tak jelas, Kyuhyun mengernyit. "Maksudmu ada ajumma yang membayar dan membelikan kalian es krim?" terka Kyuhyun. Jaehyun mengangguk, tuan dan nyonya Cho masih bingung. "Halmeoni aku mengantuk" ucap Jihyun disertai mulutnya yang menguap lebar. Nyonya Cho segera menggendong Jaehyun dan Jihyun kekamar mereka, "Hahh aku juga ingin beristirahat" ucap Kyuhyun, "Kau tak kembali ke kantor Kyu?" tanya tuan Cho. "Ani, sudah ada sekretaris Kim yang mengatur" tuan Cho mengangguk mengerti. *** Seohyun tiba di rumahnya, ia segera menyimpan belanjaan miliknya di dapur. Lalu berjalan menuju kamarnya dilantai dua. "Hyun?" belum sempat ia menaiki tangga, suara sang eomma menghentikan langkahnya. Seohyun melihat kedua orangtuanya diruang tamu, ia segera duduk di depan appa eommanya. "Ne ada apa eomma?" tanyanya, "Begini Seohyun-" tuan Seo sedikit berdehem sebelum melanjutkan ucapannya. "Kau sudah kami jodohkan dengan anak rekan kerja appa" sambungnya. "Mwo?" Seohyun kaget, "Kau tidak mau?" tanya tuan Seo, Seohyun menunduk. Ia termasuk anak penurut yang tidak pernah membantah ucapan orangtuanya, tetapi ini masalah pasangan hidup. Apa orangtuanya harus ikut andil dalam hal ini? "Appa aku-" Seohyun menggantungkan ucapannya, ia menghela nafas sejenak. Lalu meneruskan ucapannya. "Aku mau, aku yakin pilihan appa dan eomma adalah yang terbaik" lanjutnya lirih. Tuan dan nyonya Seo tersenyum senang, "Appa eomma, aku kekamar dahulu" Seohyun pergi setelah orangtuanya mengangguk. Didalam kamarnya, Seohyun merenung. Ya Tuhan, semoga keputusannya tidak salah. Doanya sembari menatap langit. *** Matahari telah tergelincir, malam sudah tiba. Keluarga Cho sedang makan malam diruang makan. "Kyu?" tuan Cho memulai pembicaraan setelah ia selesai makan. Kyuhyun mendongak menatap appanya yang memanggilnya. "Waeyo?" "Appa sudah menjodohkan mu dengan anak teman appa" ucap tuan Cho, "MWOYA??" Kyuhyun tersentak, "Ne, dan kau tak bisa menolak Kyu" jawab tuan Cho, "Tapi appa, kau bahkan tidak bertanya dulu kepadaku" Kyuhyun menunjukkan raut wajah tidak terima. "Jika appa bertanya dahulu padamu, kau pasti tidak setuju". Kyuhyun mendengus kesal, ia segera pergi ke kamarnya tanpa memperdulikan orangtuanya ataupun keponakannya. "Halmeoni, Kyuhyun ajusshi kenapa?" tanya Jihyun dan Jaehyun, mereka tadi tak memperhatikan pembicaraan sang harabeoji dengan ajusshi mereka. "Gwaenchana, lanjutkan saja makan kalian" ucap nyonya Cho dengan senyum di wajahnya. *** TO BE CONTINUED...

Minggu, 29 Maret 2015

I Can't Believe It - Part 1

I Can't Believe It ~ Part 1 Author : Rere Cast : - Cho Kyuhyun - Seo Joohyun Other Cast : - Cho Jaehyun - Cho Jihyun and other Genre : comedy, romance, abstract HAPPY READING AND SORRY FOR TYPO! *** "Jaehyun oppa aku bosan" ucap seorang yeoja kecil kepada oppanya yang sedang bermain PSP. "Huhh aku juga bosan Jihyun" sahut namja kecil disamping yeoja tadi. Jaehyun melempar PSPnya keatas meja dihadapannya. Mereka memang kembar, hanya saja Jaehyun lahir 10menit terlebih dahulu sebelum Jihyun, siang itu kedua bocah berusia 4th itu tengah duduk disofa ruang tamu. "Ahh bagaimana jika kita pelgi ke supelmalket? Kita beli es klim" sambung Jaehyun, "Apa boleh? Halmeoni dan Halabeoji tidak ada di lumah, ajusshi juga belum pulang. Kita pelgi belsama siapa?" tanya Jihyun. Jaehyun berpikir, "Kita pelgi beldua" jawab Jaehyun. "Supelmalket itu jauh oppa" "Kita naik taxi" "Lalu siapa yang akan bayal, apa oppa punya uang?" Jaehyun menggeleng, Jihyun menunduk lesu. "Ayo oppa punya ide" ucap Jaehyun tiba-tiba, Jihyun memandang Jaehyun tak yakin. Tapi ia tetap mengikuti oppanya yang berlari ke gerbang. "Sstt! Lihatlah Lee ajusshi sedang tidul, ayo kita kelual" kedua bocah itu berlari kecil lalu membuka pintu gerbang. Keduanya melambai ketika ada taxi yang lewat. Taxi itu perlahan berhenti, Jaehyun dan Jihyun memasuki taxi itu kemudian duduk, "Ajusshi ke supelmalket" ucap Jaehyun, "Kalian hanya berdua?" tanya supir taxi itu. Jaehyun mengangguk. "Maaf, tapi ajusshi tidak bisa mengantar kalian jika tak ada yang mendampingi kalian", "Jaehyun dan Jihyun menyusul eomma di supelmalket, nanti eomma yang akan membayal ajusshi" ucap Jaehyun, Jihyun menatap Jaehyun. Namja itu meletakkan telunjuknya di bibirnya. Jihyun mengangguk mengerti. Ajusshi paruh baya itu mengangguk lalu mulai menjalankan taxi nya. *** Yeoja itu meneliti belanjaan yang ada ditangannya, sembari keluar dari supermarket. "Wortel, semangka, labu, kol, daging-" ucapnya mengabsen semua belanjaan miliknya. Tiba-tiba 'Brukk' "Eomma!" dua orang anak memeluk tubuhnya, diikuti seorang ajusshi paruh baya dibelakangnya. "Eomma?" gumam yeoja itu, jangankan mempunyai anak. Menikah saja ia belum pernah. "Nyonya, anak anda menaiki taxi saya. Mereka mengatakan anda yang akan membayar" ucap ajusshi itu. Yeoja itu mengernyit, ia menatap kedua anak yang masih memeluk pinggangnya. Kedua anak itu menatapnya takut. "Ahh ne terimakasih ajusshi, ini" yeoja itu memberikan lembaran won pada ajusshi tadi. Ajusshi itu tersenyum lalu pergi dengan taxi nya. "Mengapa ajumma membantu kami?" tanya kedua anak itu, yang ternyata Jaehyun dan Jihyun. Yeoja itu tersenyum, "Tidak apa-apa, siapa nama kalian?" "Aku Jaehyun dan ini adikku Jihyun". "Aku Seohyun, kalian bisa memanggilku Seohyun ajumma" ucap Seohyun dengan senyum diwajah nya. "Dimana appa dan eomma kalian?" tanya Seohyun, "Halmeoni dan halabeoji bilang appa dan eomma ada di langit" jawab Jihyun polos, Seohyun menatap mereka sendu. "Lalu kalian dengan siapa kesini?" "Beldua" giliran Jaehyun yang menjawab, "Kalian sudah makan?" tanya Seohyun, Jaehyun dan Jihyun mengangguk. "Kami ingin membeli es klim ajumma" ucap Jihyun, "Kalau begitu, kajja kita beli es klim" ajak Seohyun. "Tapi ajumma, kami tak membawa uang" Jaehyun mengangguk membenarkan ucapan Jihyun. "Gwaenchana, ayo!". Ketiganya pergi menuju kedai es krim yang ada di dalam supermarket. "Kalian mau rasa apa?" tanya Seohyun setelah mereka duduk, "Coklat" ucap Jaehyun "Strawberry" sahut Jihyun. Jaehyun dan Jihyun memesan rasa yang berbeda, "Chogiyo, 1 es krim vanila, 1 stawberry, 1 coklat" pesan Seohyun. Tak berselang lama, 3 mangkuk es krim ada dihadapan mereka. "Selamat makan!" seru Seohyun. Ketiganya larut dalam es krim masing-masing. *** Seorang namja tengah berkutat dengan tumpukan berkas-berkas dihadapannya. Ia begitu serius, sampai tak mengetahui jika ponselnya tengah bergetar. 'Drtt drrtt drtt' getaran kali ini lebih terdengar jelas, namja itu segera mengambil ponselnya. "Eomma?" gumamnya, "Eobseo?" "Kyuhyun-ahh, Jihyun dan Jaehyun menghilang!" terdengar suara sang eomma di seberang "Mwo?? Bagaimana bisa?" Kyuhyun kaget, bagaimana bisa kedua keponakannya menghilang. "Eomma juga tidak tahu, mereka pergi saat eomma dan appa tidak ada dirumah" Kyuhyun memijat pelipis nya, "Baiklah aku akan segera mencari mereka eomma, eomma dan appa jangan khawatir" "Ne Kyu" BPIP~. Sambungan itu mati, Kyuhyun segera menyambar jas miliknya yang tergantung di kursi. Ia berlari menuju tempat parkir, "Dasar bocah nakal, sebenarnya kalian dimana eohh?" gumamnya. Mobilnya perlahan meninggalkan kantor, menyusuri jalan berusaha menemukan kedua keponakannya. *** "Rumah kalian dimana? Ajumma akan mengantar kalian" Seohyun sampai di mobilnya, "Em, jalan Gwangduk nomol 28" jawab Jaehyun sembari mengingat-ingat. "Baiklah, ayo ajumma antar" Jaehyun dan Jihyun memasuki mobil. Mobil Seohyun melaju menuju alamat yang diucapkan Jaehyun. *** TO BE CONTINUED...